• Administrator
  • Jumat, 11 Agustus 2017

Share Article :

Karena belum pernah menjalani dunia kerja yang sesungguhnya, seringkali beberapa fresh graduate mengalami euforia yang berlebihan saat melamar kerja. Tetapi, perlu dipahami bahwa melamar pekerjaan tidak selalu berjalan lancar seperti di film-film.

Seiring dengan jumlah fresh graduate yang bertambah dari tahun ke tahun, maka jumlah pekerjaan semakin berkurang. Persaingan yang ketat membuat seseorang harus mengerahkan tenaga ekstra dalam performa saat wawancara. Berikut ini beberapa tips sukses saat wawancara kerja atau interview untuk Anda para fresh graduate.


Tips 1: Riset Perusahaan

Sebelum Anda melamar kerja di suatu perusahaan, lakukan riset kecil tentang lembaga tersebut. Apa saja yang disukai dan tidak disukai orang-orang di lingkungan kerja itu? Bagaimana atmosfer yang dibangun para pekerjanya?


Tips 2: Persiapkan First Impression (Body Language)

Dengan cara bersalaman yang baik dan tatapan mata yang meyakinkan, Anda akan bisa membuat kesan pertama positif. Berikan senyuman ringan untuk apa yang dilakukan atau jawaban. Meskipun demikian, Anda tetap harus menjaga wibawa dan usahakan jangan memulai untuk bercanda.


Tips 3: Datang Depat Waktu

Datang terlambat adalah bukti bahwa kesan pertama yang Anda perjuangkan gagal terbentuk. Dengan Anda terlambat datang saat menjelang interview akan membuat pihak perusahaan pewawancara menjadi ragu. Jika pada saat melamar pekerjaan saja sudah tidak tertib, bagaimana jika nanti sudah diterima menjadi pekerja?

 
Tips 4: Berpakaian Sopan Dan Rapi

Gunakan pakaian yang rapi saat interview. Bagi pria, penggunaan celana kain dan kemeja sangat disarankan, sedangkan para wanita bisa memakai rok span yang dikombinasikan dengan blazer untuk kegiatan kerja agar tetap terlihat elegan.

 
Tips 5: Tenang dan Percaya Diri

Dari segi kepercayaan diri, Anda tidak boleh terlalu berlebihan maupun kurang percaya diri. Percaya diri berlebihan akan menimbulkan mimik wajah dan bahasa tubuh menjadi terlalu banyak. Dengan demikian, maka akan muncul citra diri agak sombong jika bahasa tubuh ini terus dibiarkan. Sebaiknya, untuk Anda yang kurang percaya diri, perusahaan-perusahaan juga akan sangsi untuk memberikan pekerjaan.


Tips 6: Tunjukkan Kemampuan

Tunjukkan kemampuan semaksimal mungkin. Meskipun sudah dijelaskan di CV, namun ada baiknya Anda merancang cara untuk bisa menunjukkan kemampuan di depan pewawancara. Hal ini akan dapat meningkatkan peluang Anda untuk dapat diterima di sana.


Tips 7: Jangan Malu Bertanya

Jika ada yang kurang jelas, jangan malu untuk bertanya. Selama jenis pertanyaan masuk akal dan tidak membuat pemilik perusahaan mengernyitkan dahi, maka Anda dapat mengungkapkannya. Misalnya saja pertanyaan tentang jam masuk kerja dan juga waktu lembur yang diperhitungkan dengan kompensasi tertentu.


Tips 8: Utamakan Manner

Sikap yang baik untuk seorang pekerja baru apalagi masih fresh graduate adalah tidak sombong. Soal pengalaman, Anda masih kalah dibandingkan dengan beberapa karyawan senior. Jadi, meskipun latar belakang pendidikannya lebih tinggi tetapi masih junior, memang seharusnya Anda perlu bersikap lebih lembut kepada para senior agar terjalin kerja sama yang baik.


Tips 9: Yakinkan Kenapa Mereka Harus Meng-hire Anda

 

Hanya ada satu orang seperti Anda dan mereka harus mempekerjakan Anda. Mengapa demikian? Jelaskan dan yakinkan para pihak pewawancara bahwa kemampuan Anda, baik dari segi prestasi maupun kinerja akan sangat membantu memajukan perusahaan tersebut.

 

 
Tips 10: Bawa CV dan Dokumen yang Diperlukan

CV, surat lamaran dan dokumen lain seperti foto resmi, fotokopi KTP serta fotokopi ijazah dan sertifikat akan sangat membantu memudahkan perusahaan mengenali bakat Anda tanpa banyak bicara. Meskipun sudah dikirim via email, print out dari berkas-berkas tersebut sebaiknya tetap dibawa dan digandakan rangkap tiga untuk mengantisipasi jumlah interviewer yang lebih dari satu.


Setiap Fresh Graduate Memiliki Cerita Interview Yang Berbeda

Menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi pasti tidak mudah. Sama sepe rti cerita perjuangan seseorang menempuh pendidikan yang berbeda-beda, cerita dalam menjalani interview pun juga berbeda-beda. Tidak heran, Anda pun harus mengukirnya sendiri sebaik mungkin.

dikutip dari : https://www.finansialku.com